Selasa, 08 Mei 2018

BROADCAST DARI NEGERI SEBELAH

Sebelumnya kami mohon maaf kepada Bapak, Ibu, Kakak, Adik, Om, Tante, Opa, dan Oma yang membaca broadcast ini karena telah terganggu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sudah lama kami pegang rapat pikiran ini karena kami takut bos-bos kami akan marah. Akan tetapi, semakin dipendam, semakin besar dorongan untuk memuntahkannya.

Perkenalkan, kami para pengasah berlian dari negeri sebelah. Tugas kami adalah mengasah intan pesanan Bos Besar menjadi berlian berkelas dunia. Kami dipimpin oleh bos bos kecil yang mengawasi kualitas pekerjaan kami. Tugas kami adalah memotong dan mengasah intan mentah yang didapatkan dari pemesan untuk dijadikan batuan mulia yang mahal harganya 

Berlian dikenal dari dahulu sebagai batuan mulia yang paling dicari para kolektor. Hal ini dapat dimaklumi karena berlian berbeda dari batu mulia lainnya. Tingkat kekerasan batuan ini lebih dari batuan jenis lain.  Dari http://hargabatu.com/batu-diamond-berlian-intan, kita tentu paham bahwa kualitas fisik batu berlian dipengaruhi oleh ikatan yang kuat antar-kristal transparannya. Hal  ini menghasilkan struktur kubik tiga dimensi yang sangat kuat. Pola kristal kubik batu berlian juga benar-benar simetris, yang memungkinkan untuk membiaskan cahaya ke segala arah dengan kecepatan yang sama (pembiasan tunggal). Hal inilah yang menjadikan permata sangat mahal. Seorang ahli berlian menentukan harga dari kadar berlian yang terkandung di dalamnya. Dengan kata lain, tidak semua bahan mentah yang didapatkan  mengandung butiran berlian.

Sebenarnya pekerjaan ini menyenangkan sekali. Kami bangga jika batu  yang kami  potong dan asah itu mampu memperlihatkan kejernihan, kebeningan, sesuai dengan standar yang disyaratkan Bos Besar. Memang pekerjaan ini membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Diperlukan pula pengalaman yang cukup lama untuk dapat membuat berlian dengan kualitas luar biasa. Kami biasa memperlakukan batuan-batuan itu seperti anak sendiri. Sedikit saja salah dalam pemotongan, kilaunya akan hilang. Lalu bagaimana kalau permata yang kami hasilkan tidak sesuai dengan standar bos? Selalu kami yang disalahkan. Memang kadang kala ada beberapa orang di antara kami yang sedikit salah dalam proses mengasah. Kesabaran dan ketelitian mereka kadang  kurang. Hasilnya permata itu menjadi cacat dan dihargai murah di bawah standar. Sebaliknya, banyaknya berlian berkualitas super tentu akan membuat bos besar kami tertawa lebar. Dunia akan menoleh pada keberhasilan negeri kami dalam mengolah berlian. Terngiang dalam telinga betapa pentingnya peningkatan indeks kualitas dan kuantitas berlian olahan kami. Apakah kami akan bertepuk dada dengan keberhasilan ini? Tidak. Kami hanyalah orang-orang biasa yang bekerja seperti biasa.

Atas nama sertifikasi pengasah intan, dunia berputar lebih cepat. Kami diharuskan menghasilkan permata dengan kualitas yang terbaik. Padahal, kami tidak dapat membuat berlian jika batuan mentah yang didapat berkualitas rendah. Pada kenyataannya pun hanya sekitar 20% saja dari semua deposit berlian di bumi yang bernilai permata. Berdasarkan pengalaman, kami tahu mana berlian yang berkualitas atau yang tidak. Jika kami dibebaskan untuk menentukan mana permata, safir, merah delima, batu kali, atau kerikil sekalipun,  berdasarkan sifat alamiah bongkahan batuan mentah yang didapat, kami akan lebih siap mengolahnya.  Yang terhormat Bos Besar atau para Bos Kecil, permohonan kami hanya satu, jangan mengarahkan dan memaksa kami selalu menghasilkan permata dari bahan batuan jenis apapun.

Mungkin di negeri Bapak, Ibu, Kakak, Adik, Om, Tante, Opa, dan Oma dikenal istilah Ujian Nasional.  Kalau tidak salah dengar, di negeri Anda semua banyak yang mempertanyakan validitas dari hasil tes tersebut. Kami pun mengalami hal yang sama. Atas nama peningkatan kualitas para pengasah berlian, kami pernah diuji profesionalitas. Dengan ujian yang hanya sehari bisa diketahui kualitas kami. Hasilnya? Sebagian besar dari kami disebut tidak kapabel. Kami tidak pernah mempertanyakan proses dan hasil uji tersebut. Kami tetap manut, nurut  dengan apapun yang diminta Bos Besar. Kami hanya bisa mengintrospeksi diri. Jangan-jangan karena terlalu asyik dengan pekerjaan rutin, perkembangan dunia luar terlupa, dan bertekad untuk mengubahnya.

Di tengah semangat untuk memperbaiki diri, ada hal mengherankan yang terjadi di antara para Bos Besar. Kabarnya, dana untuk kegiatan meng-upgrade kami tersendat karena ada perbedaan visi di antara para pembuat kebijakan tersebut. Baru sebagian kecil di antara kami yang dipanggil untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kami menyebutnya kegiatan Pembelajar Mengasah Intan. Atas nama ketiadaan dana, saat ini masih banyak  di antara kami yang belum “dipandaikan”. Dalam perbincangan interen sedikit nyinyir, kami berkesimpulan tidak ada koordinasi di antara para Bos Besar dalam membuat kebijakan sehingga proses kegiatan itu tersendat. Apakah tidak ada perbincangan di antara beliau-beliau sebelumnya yang menggambarkan bahwa kegiatan tersebut adalah hasil perencanaan yang matang dan cermat yang dipersiapkan jauh hari sebelumnya?  Apakah tidak ada desain besar jangka panjang terintegrasi yang menjadi benang merah untuk setiap kebijakan yang dikeluarkan? Seperti munculnya sebuah ilham atau wangsit, seringkali program yang harus dijalani di negeri kami datang dan pergi begitu saja. Kami hanya bisa membayangkan tahun ini akan ada “UN” lagi. Baru sedikit di antara kami yang sudah diremedial (maaf kami ambil istilah dari negeri Bapak, Ibu, Tante, Om). Itu pun belum semua kompetensi (maaf kami ambil lagi istilah dari negeri Adik, Kakak, Oma, Opa) yang diperbaiki sedangkan kami belum semuanya dipanggil untuk melakukan perbaikan.  Pasti pening rasanya belum diremedial sudah harus diuji pula. Semoga untuk ke depannya jangan banyak anggota negeri kami  yang stres dan terkena sakit jantung akibat terkaget-kaget oleh kebijakan baru dan impian para bos besar. Aamiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Link soal Formatif untuk ulangan susulan diskusi dan cerita inspiratif (boleh open book) https://drive.google.com/open?id=126qDce3xdsowKf...